My Photo
Powered by Friendster Blogs

People

Photo Albums

Categories

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

Buletin PERMASIS Edisi Ke-9

Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-9 telah terbit. Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:

Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di website Permasis.



Daftar Isi Buletin Permasis Edisi Ke-9








LAPORAN UTAMA
Berita Foto
Natal Dan Tahun Baru Bersama Permasis Dibanjiri Hadirin

KEGIATAN
Turnamen Dragon Cup Ditutup
Dragon Cup Report
Permasis Bersama IKI Menjaring Data Identitas Saudara Kita yang Tidak Memiliki Dokumen Kewarganegaraan
Bakti Sosial Pengobatan Gratis Menyambut Imlek 2559

PROFILE
Po Soen Kok : “Prospek Produk Garment Di Indonesia Akan Lebih Baik"
Sosok Di Balik Permasis

WAWANCARA
Tjhin Miau Fuk : “Semuanya Demi Kepentingan Masyarakat Banyak"
Salam Dan Ucapan Terima Kasih Dari Melvina
Saatnya Membangun Pabrik Minyak Goreng Kemasan
Legenda Asal Usul 12 Shio
Arus China-Islam-Jawa
Singkawang, Kota Penuh Sejarah
Ayolah Bertandang Ke Singkawang
X.F Asali Luncurkan Buku Aneka Budaya Tionghoa
Jalan-jalan Ke Dubai Dan Yunani


KONSULTASI HUKUM
Perjanjian Lisensi Hak Atas Paten


FORUM PEMBACA
TaNgaSa
Informasi Tambahan Asal-usul Nama Singkawang
Untung, Tanam Jagung Ala Gorontalo

PENDIDIKAN
Dizi Gui
Peribahasa Billingual Serupa


SERBA SERBI
Tertera Di Nisan Seorang Gadis Kecil: "Saya Pernah Datang dan Saya Sangat Penurut"
Foto-foto Berbakti Sosial Pengobatan Gratis
Daftar Anggota Baru


LAIN-LAIN
Kisah Sun Go Kong
Sam Kok
Tip Praktis


DOWNLOAD BULETIN PERMASIS EDISI KE-9

 
 
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Email: info@permasis.org
 
                            

Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang


Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang

Buku ini mencoba mengupas fenomena “mengapa perdagangan amoi Singkawang terjadi, berlangsung hingga kini, dan sulit untuk dihapuskan?”  Memang, di satu sisi, perdagangan amoi mampu mengembangkan perekonomian Kota Singkawang. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut menyaratkan amoi sebagai tumbalnya. Banyak di antara amoi yang diperdagangkan mengalami penipuan, pemaksaan untuk menjadi pelacur, bahkan penyiksaan fisik dari para calo dan laki-laki Taiwan/Hongkong yang mengawininya.

Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-95-9

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=38

Buletin Permasis Edisi Ke-8

Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-8 (November-Desember 2007) telah terbit. Buletin ini merupakan edisi khusus dimana isinya merangkum semua kegiatan yang diselenggarakan Permasis selama tahun 2007. Buletin ini terbit dengan total 210 halaman.
 
Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:
 
Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di website Permasis. Untuk edisi khusus ini, E-Buletin Permasis tampil dalam full color untuk semua halaman.
 
 
Berikut Daftar Isi Buletin Permasis Edisi Ke-8


Bp08_1










KATA SAMBUTAN

Kata Sambutan Ketua Dewan Pengurus
Kata Sambutan Dewan Penasehat Panitia
Kata Sambutan Ketua Panitia
Dari Redaksi

FOTO PENDIRI & PENGURUS
Foto Pendiri & Pengurus
Susunan Dewan Pengurus
Formulir Pendaftaran Anggota PERMASIS

PENDIDIKAN
Beberapa Kata dari Wakil Ketua Bidang Pendidikan
Juni: "Karena Permasis, Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan Saya"

OLAHRAGA
Kejuaraan Sepakbola Dragon Cup 2007

KEPEDULIAN SOSIAL
Mereka Butuh Diperhatikan, Bukan Dikucilkan
Dr. Budi Enoch: "Trendnya Terus Naik"
Sejak 2001 Terdeteksi 359 Kasus HIV/AIDS di Singkawang
Jeritan Hati Seorang Pengidap AIDS

SERBA-SERBI
Reinier Mika Kumala Raih Rekor MURI

OPINI
Warga Singkawang Menyambut Pesta Demokrasi Pilkada 2007

FORUM PEMBACA
Jalan-jalan ke Dubai, Yunani dan Italia

KONSULTASI HUKUM
Tentang Pengalihan Hak Atas Merek

LAIN-LAIN
Daftar Sumbangan 17 Agustus 2007
Iklan

CUPLIKAN AKTIVITAS TAHUN 2006-2007
Foto Cuplikan Aktivitas PERMASIS
Berita Cuplikan Aktivitas PERMASIS

PROFILE
DR. Paul Sunaryo Sumitro
Dr. Barlianto Lian Kim Lun
Po Soen Kok


Foto cover oleh: Bobby Bong dan Andreas Loka
Lokasi: Sejangkung, Singkawang
 
 

Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Email:
info@permasis.org

 


Upload Video Hakka Malaysia

Buat yang senang dengan lagu Hakka, di website United Singkawang telah di-upload empat buah lagu Hakka Malaysia. Lagu Hakka Malaysia ini dialeknya hampir sama dengan dialek Hakka Singkawang.

Silahkan download lagu Hakka tersebut di :
http://www.singkawang.us

E-Buletin Permasis

Dear all,

Mulai saat ini buletin Permasis selain bisa didapatkan dalam bentuk buku,
juga tersedia dalam bentuk E-Buletin (Electronic Buletin). Untuk
mendapatkan E-Buletin Permasis silahkan download di website Permasis yaitu
www.permasis.org

Good Luck

Salam,
PERMASIS
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Website: http://www.permasis.org
Email: info@permasis.org

Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina

 
Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina
Permasis Bekerjasama dengan Yayasan Bumi Katulistiwa Membuka ”Dompet Melvina”
 
Liu Su Jun alias Melvina (20), tamatan SMU ini ingin menimba lebih banyak ilmu. Usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menjadi seorang mahasiswi. Namun, saat sedang merajut impian indah bagi hidupnya, sama sekali ia tidak menyangka pusaran petaka luar biasa sedang menggerogoti dirinya yang relatif masih sangat muda itu. Sungguh cobaan yang pasti tidak diinginkan siapapun juga. Dia yang ceria dan kreatif ini, seakan tersungkur dalam sebuah labirin jurang yang dalam. Sementara, orang tua dan sanak keluarga tidak berdaya menghadapinya.
 
Cerita berawal pada malam Natal tahun lalu. Gadis manis yang panggilan akrabnya Vina ini merasa tidak enak badan. Ia tersengal-sengal susah bernapas. Keluarga segera membawanya ke dokter. Tapi, karena saat itu bertepatan dengan hari libur, maka banyak dokter tidak buka praktek. Yang ada hanyalah dokter umum yang piket saat itu. Karena itu, dokter tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa Vina harus menunggu sampai malam lusa.
 
Dari hasil pemerikasaan dokter spesialis, Vina didiagnosa mengidap penyakit aplasia, gangguan fungsi ginjal. Cara sementara untuk mengurangi penderitaannya, ia perlu melakukan dialysis (pencucian darah), 2 kali seminggu. Tanpa itu, ia tidak dapat menikmati kehidupan seperti biasa.
 
Sungguh malang nasib Vina. Kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk gara-gara menanggung biaya pengobatan yang relatif mahal, menyebabkan mahasiswi semester I ini terpaksa berhenti kuliah. Ia harus rela meninggalkan bangku kuliah yang didamba-dambakan sejak lama. Namun, bukan Vina namanya kalau menyerah begitu saja. Semangatnya tidak patah hanya lantaran ketidakdayaan sementara. Ia tetap bertekad, begitu kesehatannya pulih, akan melanjutkan kuliah di fakultas komunikasi. Ia ingin menjadi sumber daya manusia berguna dan bisa berkiprah dalam memberikan konstribusi kepada negara dan bangsa.
 
Kini, kondisi ekonomi orang tua Melvina yang berasal dari daerah Singbebas, semakin memprihatinkan. Keluarga dengan 5 anggota ini terpaksa menempati rumah kontrakan. Usaha ayahnya pun mengalami kebangkrutan. Nafkah keluarga hanya mengandalkan hasil usaha sang mama, menjahit yang hasilnya pasti tidak seberapa.
 
Biaya untuk pengobatan Melvina setiap bulan mencapai total angka enam juta lebih (Rp6.360.000, terdiri dari biaya dialysis 8 x  Rp 510.000 = Rp 4.080.000; biaya ampul mutlak 8 x Rp 210.000 = Rp 1.680.000, dan beli obat Rp 600.000). Jumlah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu seperti orang tua Vina.
 
Guna meringankan beban keluarga, Jumat (14/9/2007) jam 5 sore, pengurus PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya) mengelar rapat kilat. Saat itu hadir Melvina bersama sang ayah yang ditemani seorang sahabat budiman. Dalam rapat itu semua sepakat untuk memberikan bantuan. Rapat menginginkan Melvina segera melakukan operasi pencangkokan ginjal. Dengan suara bulat PERMASIS memutuskan membuka dompet bantuan kemanusiaan dengan nama "DOMPET MELVINA".
 
Pengurus menghimbau masyarakat umum dan masyarakat asal Singbebas khususnya dapat rawe-rawe lantas, malang-malang putung mengumpulkan dana sumbangan. Kita berharap semua sudi kiranya memberikan atensi bagi kepentingan sesama. Dengan rasa solidaritas yang tinggi, kita berharap sesegera mungkin sudah terkumpul dana untuk melakukan operasi pengcangkokkan ginjal Melivina.
 
Setelah kesehatannya pulih, kita berharap ia bisa segera kembali merebut kesempatan emas melanjutkan pendidikannya. Kita doakan ia dapat meraih cita-citanya. Buat Melvina, melangkahlah dengan semangat.
 
Bantuan dana Anda silakan transfer ke rekening PERMASIS, BCA KCP Mangga Besar I, No. 1603-119-669. Jangan lupa cantumkan keterangan: DOMPET MELVINA. Semua dana yang masuk dan nama penyumbangnya akan kami muat dalam Buletin Dwiwulan PERMASIS mulai edisi ini. Semoga uluran tangan Anda yang hanya sekali saja, memberikan kesehatan seumur hidup bagi Melvina.

Reuni Akbar SMU Negeri 1 Singkawang

Sekolah SMAN1 Singkawang sebagai Almamater tempat menimba ilmu pengetahuan, memiliki makna histories dalam memberikan warna bagi kehidupan setiap siswanya. Tiada masa yang indah dan kenangan tak terlupakan selain masa masa di SMA.

Anda, Saudara/i, teman, rekan, hopeng, sahabat, kakak, adik, selaku alumnus SMAN1 Singkawang tentunya bangga dan sayang terhadap Almamater kita yang sudah berumur 50 tahun.

Bagi Anda yg merantau, sudah lama tak bersua, jarang ataupun tidak pernah bertemu muka dengan kawan-kawan sesama alumnus SMA, tentu banyak pertanyaan-pertanyaan dan butuh banyak jawaban. Apa? Siapa? Bagaimana? Kapan? dan sebagainya.

Untuk itu, datang dan ajaklah teman-teman alumnus kita semua, ramai-ramai menghadiri acara TEMU KANGEN ALUMNUS SMAN1 SINGKAWANG di Jakarta pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 25 Agustus 2007
Waktu : 17.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Happy Building
Jl. G.M.Situt
Singkawang

Jangan sampai ketinggalan !!!

Mohon sebarkan ke teman-teman alumnus SMAN 1 lainnya.

Salam Kompak Alumnus SMAN 1 Singkawang.

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh Singkawang di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Video Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Dear all,
Telah di-upload video tentang perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Video ini ditayangkan di stasiun SCTV tanggal 6 Maret kemarin dan bisa di-download di link berikut:
Good Luck
United Singkawang
-------------------------------
Atraksi Kesaktian Warga Dayak-Tiongkok
Masyarakat Dayak keturunan Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat, memiliki cara unik saat merayakan Cap Go Meh atau perayaan pascaImlek. Sambil berkeliling kota, para dukun yang disebut laoya atau tatung ini memamerkan ilmu kekebalan tubuh. Meski tubuh mereka ditusuk berbagai benda tajam, seperti kawat, pecahan kaca hingga batangan besi, namun tidak mengeluarkan darah.

Upacara yang digelar belum lama ini, dimulai dari altar klenteng. Para dukun memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong. Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh. Hanya dalam hitungan menit, tubuh para tatung ini dirasuki roh dan mereka pun menjadi kebal luar biasa.

Ketika itulah, para tatung diarak keliling kota. Diiringi genderang, peserta pawai mengenakan kostum gemerlap pakaian kebesaran suku Dayak dan negeri Tiongkok di masa silam. Para  tatung terus mempertunjukkan kekebalan mereka. Benda tajam ditusukkan menembus pipi dan leher. Pecahan kaca pun diinjak-injak dengan kaki telanjang.

Atraksi ini adalah kebiasaan setiap tahun pada perayaan Cap Go Meh mengikuti tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak. Pembauran ini hanya ada di Singkawang. Karena itu Kota Singkawang dijuluki kota seribu kelenteng di Kalbar.

Singkawang, Kota Amoy yang Miskin

Dear all,

Telah di-upload lagi satu video tentang Kota Singkawang. Video ini juga ditayangkan oleh SCTV tanggal 25 Februari 2007 kemarin. Jadi bagi yang tidak sempat menontonnya bisa mencoba men-download video ini.

Video ini bisa di-download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

Thanks

United Singkawang

http://www.singkawang.us

-------------------------------

Singkawang, Kota Amoy yang Miskin

Tidak semua warga etnis Tionghoa di Tanah Air hidup dalam gelimang kemewahan. Di Singkawang, Kalimantan Barat, banyak pula warga keturunan yang hidup pas-pasan. Reporter SCTV Amien Al Kadrie sempat mengamati dari dekat kehidupan warga Kali Asin, kampung miskin yang didiami warga keturunan setempat.

Di kampung ini mencangkul atau bertanam menjadi kegiatan rutin sebagian masyarakat yang menjadi petani. Pekerjaan sebagai petani merupakan warisan leluhur mereka yang menurut data sejarah datang dari Tiongkok pada 1720. Leluhur yang kemudian beranak-pinak dengan warga Dayak setempat dan membentuk Kota Singkawang.

Namun bertani atau berdagang dan menjadi buruh kasar tidak membawa kemakmuran bagi sebagian besar warganya. Hal ini terbukti dengan rumah-rumah yang rata-rata masih terbuat dari kayu. Bukan pula bangunan baru karena sebagian besar sudah berusia puluhan tahun. Masih banyak pula rumah yang hanya beratap dan berdinding daun nipah. Lantainya cukup tanah.

Rumah-rumah berdinding daun nipah dan berlantai tanah ini ternyata bisa bertahan cukup lama. Rumah Jong Siat Hiong, salah seorang warga keturunan setempat bahkan sudah ditempati selama 30 tahun tanpa pernah direnovasi. Walaupun setiap hujan ia harus bersiap-siap karena air akan masuk dari celah-celah dinding.

Kemiskinan lalu membuat sebagian masyarakat memilih cara lain untuk bertahan hidup. Merantau menjadi pilihan. Ada juga yang memilih mendapat kehidupan yang lebih baik dengan menikahi warga negara asing, utamanya dari Taiwan.

Namun kemiskinan tidak melunturkan semangat beragama mereka. Hal itu terlihat pula dari bangunan kelenteng di setiap sudut kota yang merupakan tempat mereka bersembahyang. Itulah mengapa Singkawang dijuluki Kota Seribu Kelenteng karena begitu banyaknya kelenteng yang tegak bermunculan.

Tidak hanya di Singkawang, di Kampung Baru, Tajur Halang, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, juga terdapat warga etnis Tionghoa yang hidup kekurangan. Di lokasi yang terletak hanya beberapa puluh kilometer dari Jakarta itu, warga keturunan menyambung hidup sebagai petani dan peternak babi sejak beberapa generasi.

Di kampung yang masih banyak diselingi tanah kebun dan belukar ini, sekelompok masyarakat keturunan telah turun temurun menetap di sini. Mereka mengaku sudah tidak ingat lagi sejak kapan dan bagaimana leluhur mereka sampai tinggal di kampung ini. Hal ini diakui pula oleh Kiwik, satu dari dua orang paling tua di kampung ini.

Namun berdasarkan jejak sejarah, keberadaan masyarakat keturunan di Bojonggede bermula dari masa kejayaan tuan-tuan tanah etnis Cina di masa kolonial Belanda. Saat itu tanah di kawasan ini merupakan milik tuan tanah etnis Tionghoa yang tinggal di Tangerang, Banten.

Untuk mengelola tanah, para tuan tanah itu lalu mendatangkan buruh-buruh tani dari Cina daratan. Buruh-buruh itulah yang kemudian menjadi nenek buyut masyarakat Tionghoa di Kampung Baru. Dan sama seperti kakek buyut mereka, mata pencaharian utama masyarakat ini pun tetap sebagai petani dan peternak babi.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)


Versi: Ukuran file: 2.28 MB
Dimasukkan: 26-Feb-2007 Download: 31

Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Dear all,

Telah di-upload video suasana perayaan Imlek di Singkawang yang ditayangkan di SCTV pada tanggal 25 Februari kemarin di website United Singkawang.

Silahkan download video tersebut di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

Thanks

--------------------

Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Kalau berbicara mengenai Tahun Baru Cina atau Imlek di Tanah Air, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas suasana di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bagaimana tidak. Banyak warga etnis Tionghoa yang merantau sengaja pulang ke kota ini saat Imlek. Kota ini memang mayoritas dihuni penduduk Tionghoa.

Semarak pun terlihat pula pada perayaan beberapa waktu lalu. Menjelang perayaan, Bandar Udara Supadio, Pontianak, pasti lebih ramai dari biasanya. Wajah-wajah oriental memenuhi hampir semua bagian bandara. Mereka datang dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Kebanyakan tiba berombongan, tua dan muda datang bersama. Tangan menjinjing berbagai barang, termasuk oleh-oleh. Kerinduan bertemu kerabat dan saudara membuat sekitar tiga jam perjalanan melalui darat ke Singkawang menjadi tidak ada artinya. Apalagi sudah terbayang keramaian Imlek di kampung halaman.

Kegembiraan semakin terasa ketika tiba di kampung halaman. Mereka dapat kembali beribadah di kelenteng-kelenteng tua yang ada di kota ini. Kelenteng memang sangat mudah ditemukan di kota ini, makanya kota ini mendapat julukan Kota Seribu Kelenteng.

Suasana khas Cina terasa di berbagai bangunan, lengkap dengan ornamen-ornamen. Apalagi saat menjelang perayaan Tahun Baru Cina ini, kota ini terus mempercantik diri. Kendati demikian, tidak semua warga keturunan di Singkawang dapat merayakan hari raya dengan penuh kemewahan. Perayaan sederhana justru dilakukan masyarakat yang kebanyakan hidupnya pas-pasan. Namun itu tidak berarti mengurangi kemeriahan perayaan.

Jauh hari sebelumnya persiapan sudah dilakukan warga. Rumah-rumah dibersihkan dan dihias. Meja saji untuk sembahyang dipersiapkan. Makanan pun mulai dimasak. Bahkan angpau juga sudah siap dibagikan.

Satu hari menjelang Imlek menjadi saat seluruh keluarga berkumpul di meja makan. Makan besar dengan segala lauk pauk khas Tionghoa yang hanya dilakukan sekali dalam setahun. Jangan kaget jika pada malam menjelang Imlek Anda berkali-kali mendengar letupan petasan.

Petasan memang menjadi salah satu tradisi perayaan ini dan nantinya Cap Go Meh. Di tempat lain petasan boleh saja dilarang, tapi di Singkawang penjual petasan ada di berbagai sudut, berdampingan dengan penjual asesoris Imlek lain.

Begitu malam Imlek tiba, Tahun Baru 2558 pun disambut dengan suka cita. Lampion menerangi dan menghias kota. Lilin-lilin dan dupa memenuhi kelenteng. Menjelang tengah malah, kemeriahan berpindah ke kelenteng. Dengan hio di tangan, warga kota menyembah dewa-dewa yang menguasai alam semesta. Leluhur juga tidak lupa dipuja.

Kemeriahan tidak berhenti saat itu. Perayaan masih berlanjut esok harinya. Pembagian angpau menjadi saat yang ditunggu, terutama oleh anak-anak. Angpau tidak hanya dibagikan kepada saudara dan kerabat, tapi juga tetangga sekitar.

Semarak berlanjut, liong atau naga mendapat giliran menghibur warga. Imlek di Singkawang memang tidak mudah dilupakan. Utamanya bagi warga setempat, bahkan yang sudah merantau ke berbagai daerah.(MAK/Amin Al Kadri)


Versi: Ukuran file: 2.48 MB
Dimasukkan: 26-Feb-2007
Download: 37

[Metro TV] Imlek di Singkawang

Tonton acara Archipelago di Metro TV tentang Imlek di Singkawang. Acara ini akan diputar di Metro TV pada:

Minggu, 18 Februari 2007 pukul 12.30

Rabu, 21 Februari 2007 pukul 16.05

Buat yang tidak sempat menyaksikan acara ini bisa mencoba men-download videonya di website United Singkawang (www.singkawang.us)

ARCHIPELAGO: Imlek di Singkawang

Singkawang terletak di Kalimantan Barat. Kehidupan di Singkawang menarik dan berbeda dari daerah lainnya di Indonesia, karena mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa yang masih sangat menjaga nilai nilai tradisional Tionghoa. Singkawang adalah pilihan tempat yang tepat untuk merayakan Imlek.

Singkawang dikenal dengan sebutan kota seribu kuil. Karena memang begitu banyak kuil di Singkawang yang memamerkan keindahan ornament oriental. Kuil-kuil di Singkawang juga memiliki kekhasan yang berbeda satu dengan yang lain Kuil Dewi Kwan Im misalnya, kekhasannya memiliki 3 altar, di tingkatan yang berbeda. Tingkatan pertama, altar neraka. Di sini terpampang gambaran kehidupan neraka yang akan menanti orang-orang berdosa. Di tingkat kedua, altar dunia, yang menggambarkan kehidupan manusia sehari hari. Tingkat terakhir altar surga, altar ini begitu indah dan menggambarkan pesona yang menanti manusia di Surga.

Jika Anda percaya ilmu meramal Tionghoa yang sudah berusia ratusan tahun, ada juga kuil yang khusus menyediakan jasa ramalan. Kegiatan yang menarik di vihara juga tim archipelago temukan di Vihara Chi Kung. Di tempat ini dapat disaksikan para atlet berlatih wushu dengan gerakan seni beladiri dari shaolin Tionghoa yang sangat mengasyikkan.

Singkawang begitu meriah menyambut hari hari besar Tionghoa, seperti imlek dan cap go meh. Archipelago bergabung bersma sebuah keluarga Tionghoa untuk mengenal lebih jauh kebiasaan kebiasaan masyarakat Tionghoa yang masih menjaga nilai-nilai tradisional saat imlek.

Di sebuah rumah khas Tionghoa yang sudah berusia ratusan tahun, kita bisa melihat ritual upacara sembahyang bersama, pembuatan kue keranjang dengan cara tradisional, atraksi barongsai dan permainan permainan khas imlek. Tidak ketinggalan belajar bahasa khek yaitu bahasa sehari-hari masyarakat Singkawang.

Rasakan meriahnya Imlek di Singkawang dalam tayangan Archipelago.

Open House Permasis

Dear Saudara setanah kelahiran Singbebas,

Ringankanlah kaki untuk menghadiri acara Open House yang akan diselenggarakan oleh PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya) dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 25 Februari 2007
Waktu: 10.00 - 14.00
Tempat: Restoran Raja Kuring, Jalan Kakap No.5 (Jakarta)
Mohon sekiranya berkenan untuk menyebarkan email ini kepada keluarga, sahabat dan handai taulan kita yang lain dan ajaklah mereka untuk berbaur bersama dalam nuansa Imlek yang penuh ceria dan kekeluargaan.
PERMASIS

MP3 Imlek Berbahasa Hakka

Dear all,

Telah di-upload lagu Imlek yang dinyanyikan dalam bahasa Hakka di website United Singkawang. Berikut daftar lagu Imlek tersebut:

  1. Apho Kai Fung Pau Pun Ngai Phien To
  2. Choi Sin Teu Nga Buk Mo Loi Sui
  3. Chun Thien
  4. Dapat Ang Pau Siau Ha Ha
  5. Gong Xi Fa Chai Happy New Year
  6. Happy Day Enjoy Aja
  7. Jit Thiau Liung
  8. Khi Mio Cai Oi Chin Hi Pai Nyian
  9. Ko Het Nyian Co Theu Kai
  10. Ko Nyian Liung Fu Thai Jung Chu
  11. Ko Nyian Lompet Khung Khung
  12. Selamat Ko Nyian Sama Sama
  13. Singkawang Happy New Year 2007

Lagu-lagu ini dapat di-download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=3

Selamat menikmati :)

United Singkawang

MP3 Imlek

Telah di-upload 17 MP3 Imlek yang dinyanyikan oleh Andy Lau dkk di website United Singkawang. MP3 tersebut dapat Anda download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=3

Edit  Ce Ce Pao 668 Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ce Ce Pao 668
(Anak-anak 668)

Versi: Ukuran file: 6.57 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 31

Edit  Chai Sen Tau Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Chai Sen Tau
(Dewa Kekayaan tiba)
Versi: Ukuran file: 3.20 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 12

Edit  Cu Fu Ni Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Fu Ni
(Mendoakan kamu)
Versi: Ukuran file: 2.99 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 6

Edit  Cu Ni Xin Nien Hao Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Ni Xin Nien Hao
(Mendoakan kamu tahun baru yang baik)

Versi: Ukuran file: 3.45 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 6

Edit  Cu Xin Sui Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Xin Sui
(Mendoakan umur baru)

Versi: Ukuran file: 1.75 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Fa Chai Fa Fu Cung Kuo Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Fa Chai Fa Fu Cung Kuo Nien
(Tahun Cina kaya, panjang umur)

Versi: Ukuran file: 4.42 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Gong Xi Fa Chai Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Fa Chai
(Selamat menjadi makmur)

Versi: Ukuran file: 3.01 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Gong Xi Gong Xi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Gong Xi
(Selamat Selamat)

Versi: Ukuran file: 1.78 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 8

Edit  Gong Xi Ni Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Ni
(Selamat untuk Anda)

Versi: Ukuran file: 1.69 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Huan Le Nien Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Huan Le Nien Nien
(Tahun tahun gembira)

Versi: Ukuran file: 2.38 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Ni Cui Hung Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ni Cui Hung
(Kamu paling merah "hoki")

Versi: Ukuran file: 3.38 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Thien Shang Ren Cien Kung Kuan Ying Thai Phing Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Thien Shang Ren Cien Kung Kuan Ying Thai Phing Nien
(Kehidupan atas langit dan kehidupan manusia bersama-sama merayakan tahun baru yang damai)

Versi: Ukuran file: 2.90 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Wan She Ru Yi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Wan She Ru Yi
(Segala hal sesuai dengan keinginan)

Versi: Ukuran file: 2.23 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Xin Chun Ling Xien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Xin Chun Ling Xien
(Pertunjukan tahun baru)

Versi: Ukuran file: 1.78 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Xin Chun Pao Xi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Xin Chun Pao Xi
(Tahun baru membawakan berita baik)

Versi: Ukuran file: 1.94 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2


Edit  Ying Chun Hua Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ying Chun Hua
(Menyambut bunga "Chun")

Versi: Ukuran file: 2.51 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2


Edit  Ying Chun Hua 2 Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ying Chun Hua 2
(Menyambut bunga "Chun")

Versi: Ukuran file: 2.71 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2

Masyarakat Singkawang Antusias Sambut Tahun Baru

http://www.kompas.co.id/ver1/Nusantara/0612/31/201656.htm

Masyarakat Singkawang Antusias Sambut Tahun Baru


Laporan Wartawan Kompas Christoporus Wahyu Haryo P


SINGKAWANG, KOMPAS - Hujan lebat yang turun sejak Minggu siang (31/12), tidak menghalangi belasan ribu orang untuk merayakan pergantian tahun baru di Pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tanpa menghiraukan gelombang air laut yang tingginya berkisar 0,5-1 meter, sebagian pengunjung mendirikan ratusan tenda di tepian pantai.

Rombongan orang yang hendak menghabiskan malam tahun baru, sudah tampak di sepanjang jalan menuju Pantai Pasir Panjang, sejak siang hari. Mereka tetap berangkat ke Pantai Pasir Panjang, meski hujan lebat terus mengguyur selama di perjalanan. Padahal di antara mereka, ada yang pergi mengendarai sepeda motor, truk, dan mobil pikap.

Selain dari sekitar Kota Singkawang, mereka juga datang dari Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak, serta Kota Pontianak. Jarak Kota Pontianak ke Pantai Pasir Panjang sendiri lebih dari 200 km.

Dari pantauan Kompas, ratusan tenda yang akan digunakan untuk bermalam, sudah didirikan memadati pantai sejak siang hari. Di sekitar tenda itu, pengunjung yang sebagian besar muda-mudi ini tampak berjoget dengan iringan musik dari tape yang mereka bawa.

Mereka tidak menghiraukan kemungkinan terjadinya banjir dan angin puting beliung di sepanjang pesisir pantai Kalbar, seperti yang dilansir Badan Meteorologi dan Geofisika Kalbar di media massa. Bahkan sebagian pengunjung tampak berenang di pantai hingga sore hari.

Saat ditanya, beberapa di antara mereka memang tidak mengetahui adanya kemungkingan bahaya gelombang air laut yang tinggi dan angin puting beliung tersebut.

Saat hari mulai malam suasana Pantai Pasir Panjang semakin hingar-bingar dengan hadirnya hiburan live musik reggae dan dangdut yang disediakan pengelola. Saat hujan mereda beberapa pengunjung mulai menyalakan kembang api dan petasan, serta meniup terompet.

Warung makan di tepian pantai tampak ramai diserbu pengunjung. Bahkan kamar hotel di sekitar Pantai Pasir Panjang sudah penuh dan dipesan sejak beberapa hari sebelumnya.

Sejumlah pedagang makanan kecil, buah-buahan, dan pernak-pernik cinderamata, turut mewarnai malam di penghujung tahun 2006 itu. Sayangnya, pada saat bersamaan, copet banyak berkeliaran di keramaian malam itu sehingga tidak sedikit pengunjung yang kehilangan dompet.

Video Kehidupan Malam Kota Singkawang

Saya telah meng-upload video yang menceritakan kehidupan malam di Kota Singkawang. Video ini diambil dari acara Fenomena yang pernah ditayangkan oleh stasiun Trans TV beberapa waktu lalu.

Di video ini menceritakan tentang:
- profile kota Singkawang
- wawancara dengan walikota Awang Ishak
- wawancara dengan Bong Cin Nen (anggota DPRD)
- wawancara dengan "pelaku" kopi pangku
- adegan kopi pangku :)

Kalo mau tau lebih lanjut bisa download video-nya di:
http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=7

Thanks

[United Singkawang - http://www.singkawang.us]
[YahooGroups - http://groups.yahoo.com/group/singkawang/messages]
[Friendster - http://www.friendster.com/singkawang]