Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina
Uluran Tangan Anda Sekali
Saja, Seumur Hidup bagi Melvina
Permasis Bekerjasama
dengan Yayasan Bumi Katulistiwa Membuka ”Dompet Melvina”
Liu Su Jun alias Melvina (20), tamatan SMU
ini ingin menimba lebih banyak ilmu. Usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menjadi
seorang mahasiswi. Namun, saat sedang merajut impian indah bagi hidupnya, sama
sekali ia tidak menyangka pusaran petaka luar biasa sedang menggerogoti dirinya
yang relatif masih sangat muda itu. Sungguh cobaan yang pasti tidak diinginkan
siapapun juga. Dia yang ceria dan kreatif ini, seakan tersungkur dalam sebuah
labirin jurang yang dalam. Sementara, orang tua dan sanak keluarga tidak berdaya
menghadapinya.
Cerita berawal pada malam Natal tahun
lalu. Gadis manis yang panggilan akrabnya Vina ini merasa tidak enak badan. Ia
tersengal-sengal susah bernapas. Keluarga segera membawanya ke dokter. Tapi,
karena saat itu bertepatan dengan hari libur, maka banyak dokter tidak buka
praktek. Yang ada hanyalah dokter umum yang piket saat itu. Karena itu, dokter
tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa Vina harus menunggu sampai malam
lusa.
Dari hasil pemerikasaan dokter spesialis,
Vina didiagnosa mengidap penyakit aplasia, gangguan fungsi ginjal. Cara
sementara untuk mengurangi penderitaannya, ia perlu melakukan dialysis
(pencucian darah), 2 kali seminggu. Tanpa itu, ia tidak dapat menikmati
kehidupan seperti biasa.
Sungguh malang nasib Vina. Kondisi ekonomi
keluarga yang terpuruk gara-gara menanggung biaya pengobatan yang relatif mahal,
menyebabkan mahasiswi semester I ini terpaksa berhenti kuliah. Ia harus rela
meninggalkan bangku kuliah yang didamba-dambakan sejak lama. Namun, bukan Vina
namanya kalau menyerah begitu saja. Semangatnya tidak patah hanya lantaran
ketidakdayaan sementara. Ia tetap bertekad, begitu kesehatannya pulih, akan
melanjutkan kuliah di fakultas komunikasi. Ia ingin menjadi sumber daya manusia
berguna dan bisa berkiprah dalam memberikan konstribusi kepada negara dan
bangsa.
Kini, kondisi ekonomi orang tua Melvina
yang berasal dari daerah Singbebas, semakin memprihatinkan. Keluarga dengan 5
anggota ini terpaksa menempati rumah kontrakan. Usaha ayahnya pun mengalami
kebangkrutan. Nafkah keluarga hanya mengandalkan hasil usaha sang mama, menjahit
yang hasilnya pasti tidak seberapa.
Biaya untuk pengobatan Melvina setiap
bulan mencapai total angka enam juta lebih (Rp6.360.000, terdiri dari biaya
dialysis 8 x Rp 510.000 = Rp 4.080.000; biaya ampul mutlak 8 x Rp 210.000
= Rp 1.680.000, dan beli obat Rp 600.000). Jumlah sebesar itu tentu menjadi
beban berat bagi keluarga kurang mampu seperti orang tua Vina.
Guna meringankan beban keluarga, Jumat
(14/9/2007) jam 5 sore, pengurus PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan
Sekitarnya) mengelar rapat kilat. Saat itu hadir Melvina bersama sang ayah yang
ditemani seorang sahabat budiman. Dalam rapat itu semua sepakat untuk memberikan
bantuan. Rapat menginginkan Melvina segera melakukan operasi pencangkokan
ginjal. Dengan suara bulat PERMASIS memutuskan membuka dompet bantuan
kemanusiaan dengan nama "DOMPET MELVINA".
Pengurus menghimbau masyarakat umum dan
masyarakat asal Singbebas khususnya dapat rawe-rawe lantas, malang-malang putung
mengumpulkan dana sumbangan. Kita berharap semua sudi kiranya memberikan atensi
bagi kepentingan sesama. Dengan rasa solidaritas yang tinggi, kita berharap
sesegera mungkin sudah terkumpul dana untuk melakukan operasi pengcangkokkan
ginjal Melivina.
Setelah kesehatannya pulih, kita berharap
ia bisa segera kembali merebut kesempatan emas melanjutkan pendidikannya. Kita
doakan ia dapat meraih cita-citanya. Buat Melvina, melangkahlah dengan
semangat.
Bantuan dana Anda silakan transfer ke
rekening PERMASIS, BCA KCP Mangga Besar I, No. 1603-119-669. Jangan lupa
cantumkan keterangan: DOMPET MELVINA. Semua dana yang masuk dan nama
penyumbangnya akan kami muat dalam Buletin Dwiwulan PERMASIS mulai edisi ini.
Semoga uluran tangan Anda yang hanya sekali saja, memberikan kesehatan seumur
hidup bagi Melvina.

Comments