My Photo
Powered by Friendster Blogs

People

Photo Albums

Categories

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

Buletin PERMASIS Edisi Ke-9

Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-9 telah terbit. Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:

Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di website Permasis.



Daftar Isi Buletin Permasis Edisi Ke-9








LAPORAN UTAMA
Berita Foto
Natal Dan Tahun Baru Bersama Permasis Dibanjiri Hadirin

KEGIATAN
Turnamen Dragon Cup Ditutup
Dragon Cup Report
Permasis Bersama IKI Menjaring Data Identitas Saudara Kita yang Tidak Memiliki Dokumen Kewarganegaraan
Bakti Sosial Pengobatan Gratis Menyambut Imlek 2559

PROFILE
Po Soen Kok : “Prospek Produk Garment Di Indonesia Akan Lebih Baik"
Sosok Di Balik Permasis

WAWANCARA
Tjhin Miau Fuk : “Semuanya Demi Kepentingan Masyarakat Banyak"
Salam Dan Ucapan Terima Kasih Dari Melvina
Saatnya Membangun Pabrik Minyak Goreng Kemasan
Legenda Asal Usul 12 Shio
Arus China-Islam-Jawa
Singkawang, Kota Penuh Sejarah
Ayolah Bertandang Ke Singkawang
X.F Asali Luncurkan Buku Aneka Budaya Tionghoa
Jalan-jalan Ke Dubai Dan Yunani


KONSULTASI HUKUM
Perjanjian Lisensi Hak Atas Paten


FORUM PEMBACA
TaNgaSa
Informasi Tambahan Asal-usul Nama Singkawang
Untung, Tanam Jagung Ala Gorontalo

PENDIDIKAN
Dizi Gui
Peribahasa Billingual Serupa


SERBA SERBI
Tertera Di Nisan Seorang Gadis Kecil: "Saya Pernah Datang dan Saya Sangat Penurut"
Foto-foto Berbakti Sosial Pengobatan Gratis
Daftar Anggota Baru


LAIN-LAIN
Kisah Sun Go Kong
Sam Kok
Tip Praktis


DOWNLOAD BULETIN PERMASIS EDISI KE-9

 
 
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Email: info@permasis.org
 
                            

Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang


Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang

Buku ini mencoba mengupas fenomena “mengapa perdagangan amoi Singkawang terjadi, berlangsung hingga kini, dan sulit untuk dihapuskan?”  Memang, di satu sisi, perdagangan amoi mampu mengembangkan perekonomian Kota Singkawang. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut menyaratkan amoi sebagai tumbalnya. Banyak di antara amoi yang diperdagangkan mengalami penipuan, pemaksaan untuk menjadi pelacur, bahkan penyiksaan fisik dari para calo dan laki-laki Taiwan/Hongkong yang mengawininya.

Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-95-9

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=38

Buletin Permasis Edisi Ke-8

Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-8 (November-Desember 2007) telah terbit. Buletin ini merupakan edisi khusus dimana isinya merangkum semua kegiatan yang diselenggarakan Permasis selama tahun 2007. Buletin ini terbit dengan total 210 halaman.
 
Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:
 
Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di website Permasis. Untuk edisi khusus ini, E-Buletin Permasis tampil dalam full color untuk semua halaman.
 
 
Berikut Daftar Isi Buletin Permasis Edisi Ke-8


Bp08_1










KATA SAMBUTAN

Kata Sambutan Ketua Dewan Pengurus
Kata Sambutan Dewan Penasehat Panitia
Kata Sambutan Ketua Panitia
Dari Redaksi

FOTO PENDIRI & PENGURUS
Foto Pendiri & Pengurus
Susunan Dewan Pengurus
Formulir Pendaftaran Anggota PERMASIS

PENDIDIKAN
Beberapa Kata dari Wakil Ketua Bidang Pendidikan
Juni: "Karena Permasis, Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan Saya"

OLAHRAGA
Kejuaraan Sepakbola Dragon Cup 2007

KEPEDULIAN SOSIAL
Mereka Butuh Diperhatikan, Bukan Dikucilkan
Dr. Budi Enoch: "Trendnya Terus Naik"
Sejak 2001 Terdeteksi 359 Kasus HIV/AIDS di Singkawang
Jeritan Hati Seorang Pengidap AIDS

SERBA-SERBI
Reinier Mika Kumala Raih Rekor MURI

OPINI
Warga Singkawang Menyambut Pesta Demokrasi Pilkada 2007

FORUM PEMBACA
Jalan-jalan ke Dubai, Yunani dan Italia

KONSULTASI HUKUM
Tentang Pengalihan Hak Atas Merek

LAIN-LAIN
Daftar Sumbangan 17 Agustus 2007
Iklan

CUPLIKAN AKTIVITAS TAHUN 2006-2007
Foto Cuplikan Aktivitas PERMASIS
Berita Cuplikan Aktivitas PERMASIS

PROFILE
DR. Paul Sunaryo Sumitro
Dr. Barlianto Lian Kim Lun
Po Soen Kok


Foto cover oleh: Bobby Bong dan Andreas Loka
Lokasi: Sejangkung, Singkawang
 
 

Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Email:
info@permasis.org

 


Upload Video Hakka Malaysia

Buat yang senang dengan lagu Hakka, di website United Singkawang telah di-upload empat buah lagu Hakka Malaysia. Lagu Hakka Malaysia ini dialeknya hampir sama dengan dialek Hakka Singkawang.

Silahkan download lagu Hakka tersebut di :
http://www.singkawang.us

E-Buletin Permasis

Dear all,

Mulai saat ini buletin Permasis selain bisa didapatkan dalam bentuk buku,
juga tersedia dalam bentuk E-Buletin (Electronic Buletin). Untuk
mendapatkan E-Buletin Permasis silahkan download di website Permasis yaitu
www.permasis.org

Good Luck

Salam,
PERMASIS
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Website: http://www.permasis.org
Email: info@permasis.org

Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina

 
Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina
Permasis Bekerjasama dengan Yayasan Bumi Katulistiwa Membuka ”Dompet Melvina”
 
Liu Su Jun alias Melvina (20), tamatan SMU ini ingin menimba lebih banyak ilmu. Usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menjadi seorang mahasiswi. Namun, saat sedang merajut impian indah bagi hidupnya, sama sekali ia tidak menyangka pusaran petaka luar biasa sedang menggerogoti dirinya yang relatif masih sangat muda itu. Sungguh cobaan yang pasti tidak diinginkan siapapun juga. Dia yang ceria dan kreatif ini, seakan tersungkur dalam sebuah labirin jurang yang dalam. Sementara, orang tua dan sanak keluarga tidak berdaya menghadapinya.
 
Cerita berawal pada malam Natal tahun lalu. Gadis manis yang panggilan akrabnya Vina ini merasa tidak enak badan. Ia tersengal-sengal susah bernapas. Keluarga segera membawanya ke dokter. Tapi, karena saat itu bertepatan dengan hari libur, maka banyak dokter tidak buka praktek. Yang ada hanyalah dokter umum yang piket saat itu. Karena itu, dokter tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa Vina harus menunggu sampai malam lusa.
 
Dari hasil pemerikasaan dokter spesialis, Vina didiagnosa mengidap penyakit aplasia, gangguan fungsi ginjal. Cara sementara untuk mengurangi penderitaannya, ia perlu melakukan dialysis (pencucian darah), 2 kali seminggu. Tanpa itu, ia tidak dapat menikmati kehidupan seperti biasa.
 
Sungguh malang nasib Vina. Kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk gara-gara menanggung biaya pengobatan yang relatif mahal, menyebabkan mahasiswi semester I ini terpaksa berhenti kuliah. Ia harus rela meninggalkan bangku kuliah yang didamba-dambakan sejak lama. Namun, bukan Vina namanya kalau menyerah begitu saja. Semangatnya tidak patah hanya lantaran ketidakdayaan sementara. Ia tetap bertekad, begitu kesehatannya pulih, akan melanjutkan kuliah di fakultas komunikasi. Ia ingin menjadi sumber daya manusia berguna dan bisa berkiprah dalam memberikan konstribusi kepada negara dan bangsa.
 
Kini, kondisi ekonomi orang tua Melvina yang berasal dari daerah Singbebas, semakin memprihatinkan. Keluarga dengan 5 anggota ini terpaksa menempati rumah kontrakan. Usaha ayahnya pun mengalami kebangkrutan. Nafkah keluarga hanya mengandalkan hasil usaha sang mama, menjahit yang hasilnya pasti tidak seberapa.
 
Biaya untuk pengobatan Melvina setiap bulan mencapai total angka enam juta lebih (Rp6.360.000, terdiri dari biaya dialysis 8 x  Rp 510.000 = Rp 4.080.000; biaya ampul mutlak 8 x Rp 210.000 = Rp 1.680.000, dan beli obat Rp 600.000). Jumlah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu seperti orang tua Vina.
 
Guna meringankan beban keluarga, Jumat (14/9/2007) jam 5 sore, pengurus PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya) mengelar rapat kilat. Saat itu hadir Melvina bersama sang ayah yang ditemani seorang sahabat budiman. Dalam rapat itu semua sepakat untuk memberikan bantuan. Rapat menginginkan Melvina segera melakukan operasi pencangkokan ginjal. Dengan suara bulat PERMASIS memutuskan membuka dompet bantuan kemanusiaan dengan nama "DOMPET MELVINA".
 
Pengurus menghimbau masyarakat umum dan masyarakat asal Singbebas khususnya dapat rawe-rawe lantas, malang-malang putung mengumpulkan dana sumbangan. Kita berharap semua sudi kiranya memberikan atensi bagi kepentingan sesama. Dengan rasa solidaritas yang tinggi, kita berharap sesegera mungkin sudah terkumpul dana untuk melakukan operasi pengcangkokkan ginjal Melivina.
 
Setelah kesehatannya pulih, kita berharap ia bisa segera kembali merebut kesempatan emas melanjutkan pendidikannya. Kita doakan ia dapat meraih cita-citanya. Buat Melvina, melangkahlah dengan semangat.
 
Bantuan dana Anda silakan transfer ke rekening PERMASIS, BCA KCP Mangga Besar I, No. 1603-119-669. Jangan lupa cantumkan keterangan: DOMPET MELVINA. Semua dana yang masuk dan nama penyumbangnya akan kami muat dalam Buletin Dwiwulan PERMASIS mulai edisi ini. Semoga uluran tangan Anda yang hanya sekali saja, memberikan kesehatan seumur hidup bagi Melvina.

Reuni Akbar SMU Negeri 1 Singkawang

Sekolah SMAN1 Singkawang sebagai Almamater tempat menimba ilmu pengetahuan, memiliki makna histories dalam memberikan warna bagi kehidupan setiap siswanya. Tiada masa yang indah dan kenangan tak terlupakan selain masa masa di SMA.

Anda, Saudara/i, teman, rekan, hopeng, sahabat, kakak, adik, selaku alumnus SMAN1 Singkawang tentunya bangga dan sayang terhadap Almamater kita yang sudah berumur 50 tahun.

Bagi Anda yg merantau, sudah lama tak bersua, jarang ataupun tidak pernah bertemu muka dengan kawan-kawan sesama alumnus SMA, tentu banyak pertanyaan-pertanyaan dan butuh banyak jawaban. Apa? Siapa? Bagaimana? Kapan? dan sebagainya.

Untuk itu, datang dan ajaklah teman-teman alumnus kita semua, ramai-ramai menghadiri acara TEMU KANGEN ALUMNUS SMAN1 SINGKAWANG di Jakarta pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 25 Agustus 2007
Waktu : 17.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Happy Building
Jl. G.M.Situt
Singkawang

Jangan sampai ketinggalan !!!

Mohon sebarkan ke teman-teman alumnus SMAN 1 lainnya.

Salam Kompak Alumnus SMAN 1 Singkawang.

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh Singkawang di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Video Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Dear all,
Telah di-upload video tentang perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Video ini ditayangkan di stasiun SCTV tanggal 6 Maret kemarin dan bisa di-download di link berikut:
Good Luck
United Singkawang
-------------------------------
Atraksi Kesaktian Warga Dayak-Tiongkok
Masyarakat Dayak keturunan Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat, memiliki cara unik saat merayakan Cap Go Meh atau perayaan pascaImlek. Sambil berkeliling kota, para dukun yang disebut laoya atau tatung ini memamerkan ilmu kekebalan tubuh. Meski tubuh mereka ditusuk berbagai benda tajam, seperti kawat, pecahan kaca hingga batangan besi, namun tidak mengeluarkan darah.

Upacara yang digelar belum lama ini, dimulai dari altar klenteng. Para dukun memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong. Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh. Hanya dalam hitungan menit, tubuh para tatung ini dirasuki roh dan mereka pun menjadi kebal luar biasa.

Ketika itulah, para tatung diarak keliling kota. Diiringi genderang, peserta pawai mengenakan kostum gemerlap pakaian kebesaran suku Dayak dan negeri Tiongkok di masa silam. Para  tatung terus mempertunjukkan kekebalan mereka. Benda tajam ditusukkan menembus pipi dan leher. Pecahan kaca pun diinjak-injak dengan kaki telanjang.

Atraksi ini adalah kebiasaan setiap tahun pada perayaan Cap Go Meh mengikuti tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak. Pembauran ini hanya ada di Singkawang. Karena itu Kota Singkawang dijuluki kota seribu kelenteng di Kalbar.